Wahai Kaum Mukmin, Menjelang Kiamat Hindarilah 10 Pekerjaan Ini ! Nomor 4 Dan 8 Sering Di Lakukan..

Dari Abu Hurairah ra dari Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, beliau bersabda: “Benar-benar akan datang kepada manusia suatu masa, pada masa itu orang tidak lagi mempedulikan dari mana ia mendapatkan harta kekayaan, apakah dari jalan yang halal ataukah jalan yang haram. 1)

Musibah, bencana alam, ketamakan manusia, gaya hidup hedonis yang tamak dan rakus, semuanya merupakan pemicu munculnya ketidakseimbangan, baik pada alam maupun secara sosial. Dari sudut pandang sunnatullah, semua itu merupakan bentuk ujian yang Allah berikan kepada setiap manusia. Namun, dari sudut pandang human ‘s behaviour (tingkah laku manusia), maka semua musibah itu adalah akibat tingkah laku mereka.

Semua bencana itu akan dapat dilihat pada problem kemanusiaan. Ekonomi merosot, persediaan pangan terancam, lahan pekerjaan menjadi sempit, sementara keperluan manusia terus berjalan dan cenderung melonjak, baik kerana faktor pertambahan penduduk dan berubah gaya hidup manusia yang cenderung materialistik.

Dalam keadaan seperti itu, sering kali manusia menjadi gelap mata manakala keperluan mereka tidak dipenuhi. Perut yang lapar dan tuntuan hidup orang-orang yang ditanggungnya (anak dan isteri), mau tidak mau akan memaksa mereka untuk menempuh jalan yang mungkin saja berujung pada sikap menghalalkan segala cara; yang terpenting perut boleh diganjal, anak dan isteri tidak lagi menangis kelaparan dan keperluannya dipenuhi.

Inilah keadaan di mana hari ini kita hidup. Faktor jurang sosial antara si kaya dan si miskin tidak dinafikan menjadi pencetus lahirnya keinginan manusia untuk mencari keadilan dengan cara-cara haram.

Orang-orang kaya yang hobi menunjuk-nunjuk kekayaan dan sering menjual gaya hidupnya kepada orang-orang miskin, ‘telah menambah dorongan mereka untuk melakukan apa-apa asal mereka dapat menikmati seperti yang selama ini mereka tonton. Maka, betapa tepatnya keadaan saat ini dengan apa yang dinubuwatkan oleh Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam dalam riwayat di atas.

Rezeki Allah itu sangat luas
Pameo klasik yang mengatakan bahawa ‘mencari yang haram saja sulit, apalagi yang halal’ jelas merupakan satu alasan yang klise dan tidak masuk akal, walaupun realitinya demikian. Sesungguhnya mata pencaharian itu sangat banyak ragamnya. Selama ia merupakan sesuatu yang halal, baik, dan tidak melanggar ketentuan syariat, maka ia adalah pekerjaan yang diberkahi.

Seorang muslim boleh melakukannya. Apabila pekerjaan tersebut berupa sebuah kemaksiatan, kemungkaran, kezaliman, kecurangan, penipuan, atau pelanggaran terhadap ketentuan-ketentuan umum syariat, maka ia adalah pekerjaan yang haram, meskipun menghasilkan harta kekayaan dalam jumlah yang banyak. Seorang muslim wajib menjauhi dan meninggalkannya.

Elakkan pekerjaan-pekerjaan ini:
Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam telah memperingatkan umatnya untuk mewaspadai pekerjaan-pekerjaan yang haram ini. Beliau Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam menyebutkan salah satu tanda rusaknya akhlak umat manusia dengan ketidakpedulian mereka terhadap cara mencari harta kekayaan. Di antara mata pencaharian yang dilarang adalah:

1. Pekerjaan yang berupa kesyirikan dan sihir, seperti perdukunan, paranormal, ‘orang pintar’, peramal nasib, dan hal-hal yang sejenis dan semakna dengannya.

2. Pekerjaan yang berupa sarana-sarana menuju kesyirikan, seperti menjadi juru kunci makam, membuat patung, melukis gambar makhluk yang bernyawa, dan hal-hal yang sejenis dan semakna dengannya.

3. memperjual belikan hal-hal yang diharamkan oleh syariat, seperti bangkai, babi, darah, anjing, patung, lukisan makhluk yang bernyawa, minuman keras, dadah, dan lain sebagainya.

Dari Abu Mas’ud al-Ansari ra bahawasanya Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam melarang harta dari harga jualan anjing, upah wanita pezinaan, dan upah seorang dukun. 2)

Dari Abu Juhaifah ra ia berkata: “Sesungguhnya Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam telah melarang harta hasil jualan darah, penjualan anjing, upah budak perempuan yang bekerja untuk berzina (upah mucikari). Beliau melaknat perempuan yang membuat tatu, perempuan yang meminta ditato, orang yang memakan harta riba, orang yang memberi riba, dan orang yang membuat patung. “3)

Dari Jabir bin Abdillah ra bahawasanya ia telah mendengar Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda di Mekah pada tahun penaklukkan Mekah: “Sesungguhnya Allah dan Rasul-Nya telah mengharamkan penjualan khamer, bangkai, babi, dan patung.” Maka ada seseorang bertanya: “Wahai Rasulullah, bagaimana pendapat anda tentang menjual lemak bangkai, kerana ia boleh digunakan untuk mengecat perahu, meminyaki kulit, dan orang-orang biasa mempergunakannya untuk minyak lampu penerangan? “Maka beliau menjawab:” Tidak boleh menjualnya, ia tetap haram. ”

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam lantas bersabda: “Semoga Allah memerangi kaum Yahudi. Ketika Allah mengharamkan atas mereka lemak bangkai, mereka mencairkannya lalu menjualnya dan memakan harganya. “4)

Dari ‘Aisyah radiyalaahu’ anhuma ia berkata: “Ketika diturunkan ayat-ayat di akhir-akhir surat Al-Baqarah tentang riba (ayat 275 dst), Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam keluar ke masjid dan membacakannya kepada masyarakat. Beliau Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam kemudian mengharamkan perdagangan khamer, minuman keras. 5)

4. Memakan harta riba.
Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kalian kepada Allah dan tinggalkanlah riba yang masih ada pada diri kalian, jika kalian benar-benar beriman. Jika kalian tidak mau melakukannya, maka terimalah pengumuman perang dari Allah dan Rasul-Nya. “(QS Al-Baqarah [2]: 278-279).

5. Menimbun bahan-bahan perdagangan di saat harganya murah dan diperlukan oleh masyarakat dengan tujuan meraih keuntungan yang berlipat ganda pada saat harganya melambung tinggi. Dari Ma ‘mar bin Abdullah al-Ansari ra dari Rasulullah Shallallahu’ Alaihi wa Sallam, beliau bersabda:

“Barang siapa menimbun, ia telah berbuat salah.” Dalam lafaz yang lain: Tidak ada orang yang melakukan penimbunan selain orang yang berbuat salah. “6)

Dari Umar bin al-Khattab ra, ia berkata: Saya mendengar Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda: “Barangsiapa menimbun bahan makanan yang diperlukan oleh kaum muslimin, Allah Subhanahu wa Ta’ala akan menimpakan penyakit lepra dan kebangkrutan kepadanya.” 7)

6. Perjudian.
Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya khamer (minuman keras), perjudian, berkorban untuk berhala-berhala, dan mengundi nasib dengan anak panah adalah perbuatan keji dan termasuk perbuatan syaitan, maka jauhilah oleh kalian perbuatan-perbuatan tersebut agar kalian mendapat keberuntungan.

Sesungguhnya setan bermaksud menimbulkan permusuhan dan kebencian di antara kamu lantaran meminum khamr dan melakukan perjudian dan menghalang-halangi {melalaikan} kalian dari dzikir kepada Allah dan dari sembahyang. Maka mengapa kamu tidak mahu berhenti? (QS Al-Maidah [5]: 90-91).

7. Memakan harta anak yatim secara zalim.
Sesungguhnya orang-orang yang memakan harta anak yatim secara zalim, sebenarnya mereka itu menelan api sepenuh perutnya dan mereka akan masuk ke dalam api yang menyala-nyala (neraka). (QS An-Nisa ‘[4): 10).

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu saling memakan harta sesama kamu dengan jalan yang batil, kecuali dengan jalan perniagaan yang berlaku dengan suka sama suka di antara kamu. (QS An-Nisa ‘[4]: 29).

8. Mencuri, mencopet, menjambret, dan merompak.
Pencuri laki-laki dan pencuri perempuan, maka potonglah (pergelangan) tangan-tangan mereka sebagai hukuman dari Allah atas kejahatan mereka. (QS Al-Maidah [5]: 38).

9. Mengurangkan timbangan dan sukatan.
Kemalangan bagi orang-orang yang melakukan kecurangan dalam timbangan, yaitu kalau menakar milik orang lain untuk dirinya, ia meminta disempurnakan. Namun, apabila mereka menakar barang dagangan mereka untuk orang lain, ia merugikan orang lain (dengan mengurangi takaran). (QS Al-Muthaffifin: 1-3).

10. Korupsi dan penipuan terhadap rakyat.
Dari Ma’qil bin Yasar ra ia berkata: Saya mendengar Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam telah bersabda: “Tidak ada seorang hamba pun yang diberi amanat oleh Allah untuk menjadi pemimpin sebuah masyarakat lalu ia tidak memimpin mereka dengan ketulusan (kejujuran), kecuali ia tidak akan mendapat bau syurga. “Dalam lafal Muslim:” … kecuali Allah mengharamkan syurga atasnya. “8)

11. Menunda-nunda pembayaran gaji pekerja dan pekerja atau mengurangkan hak-hak mereka.
Dari Abu Hurairah ra dari Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, beliau bersabda: “Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman’ Ada tiga golongan yang Aku menjadi musuh mereka; orang yang memberikan sumpah setia dengan menyebut nama-Ku lalu ia mengkhianati, orang yang menjual orang merdeka lalu ia memakan hasil penjualannya, dan orang yang menggaji seorang pekerja lalu si buruh menyelesaikan pekerjaannya sementara ia tidak mau membayar upahnya. “9)

1. HR. Bukhari: Kitab al-buyu ‘bab man lam yubali min haitsu kasaba al-mal no. 2059 bab qauluhu ta’ala Ali Imran: 130 no. 2083, An-Nasa’i dan Ahmad. ‘

2. HR. Bukhari: Kitab al-buyu ‘bab tsaman al-kalb no. 2237,.

3. HR. Bukhari: Kitab al-buyu ‘bab mukil al-riba no. 2086, bab tsaman al-kalb no. 2238.

4. HR. Bukhari: Kitab al-buyu ‘bab Bai’i al-maitah wa al-Ashnam no. 2236 “90 HR. Bukhari: Kitab al-solat bab tahrim Tijarat al-khamr fi al-masjid no. 459.

5. HR. Muslim: Kitab al-Musaqat bab tahrim alihtikar fi al-aqwat no. 1605,.

6. HR. Ibnu Majah: Kitab al-tijarah bab al-hukrah wa al-jalb no. 2155. AI-Hafizh Ibnu Hajar berkata: sanadnya hasan.

7. HR. Bukhari: Kitab al-ahkam bab man ustur’iya ra’iyah falam yanshah lahum no. 7150 Muslim: Kitab al-imarah bab fadhilat al-imam al-‘Adil wa ‘uqubat al-jaair no. 1831 ‘.

8. HR. Bukhari: Kitab al-buyu ‘bab’ithm man ba’a hurran no. 2227.

(Sumber: Akhir Zaman: Abdur Rahman Al-Wasithi, Dari: 100 Hadis Tentang Nubuat Akhir Zaman, Az-Zahra Mediatama, Hal. 102-10.

Leave a Reply